Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2022

Cinta




Cerpen tentang cinta merupakan bacaan yang banyak dibaca oleh para remaja. Banyaknya drama percintaan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka.

            Selain karena kisah cinta yang sangat sesuai dengan kisah hidup mereka, alur dalam cerpen tentang cinta pun mampu membangkitkan emosional para pembaca.

            Tak heran jika banyak ditemukan cerpen tentang cinta dengan berbagai alur cerita yang ada didalamnya.

            Berikut adalah salah satu contoh cerpen tentang cinta yang bisa dibaca untuk mengisi waktu luang anda.

            Cinta Pertama

            Siang ini seperti biasa, aku membantu ayahku mengurus usaha makanan yang telah ada sebelum aku lahir di dunia ini.

            Semua makanan yang tersedia, seperti ayam geprek, tumis sayur, gorengan dan beberapa makanan lainnya dimasak oleh ibuku tercinta.

            Selain cantik, Ibuku memang pandai memasak, itu sebabnya ayah tergila-gila kepada ibuku. Pernikahan ayah dan ibuku telah berjalan kurang lebih 27 tahun.

            Selama pernikahan, ayah dan ibuku sepakat untuk memiliki satu anak saja. Yaitu aku, Putra Kresmana.

            Aku selalu takjub dengan kisah cinta ayah dan ibu. Awal yang menarik dan perjalanan yang menarik. Aku selalu ingin memiliki rumah tangga seperti mereka.

            Harmonis. Ya meskipun, banyak lika-liku yang terjadi. Tapi yang aku tahu, ibu dan ayahku selalu mencari solusi dari setiap masalah yang ada.

            Ayah pernah berkata kepadaku bahwa Ibu adalah cinta pertama dan terakhir bagi ayah. Dan begitu pula sebaliknya.

            Dulu saat belum saling mengenal, ayah dan ibuku termasuk golongan orang yang sangat mementingkan masa depan. Dan tentunya sangat ambisius.

            Dalam rencana hidup mereka, menikah adalah nomor sekian. Uang adalah nomor satu. Dan terbukti dengan pencapaian mereka di usia muda.

            Berkat tekunnya ayah dan ibu dalam bekerja, ayah mampu membeli beberapa lahan sawah yang masih dikelola hingga saat ini.

            Sedangkan ibu berhasil naik jabatan sebagai manager di suatu perusahaan pada saat itu.

            Mereka hanya menghabiskan waktu untuk mencari uang, uang dan uang. Hingga akhirnya usia ayah dan ibu sudah sangat terlambat untuk menikah.

            Masing-masing keluarga ayah ataupun ibu berusaha untuk mencarikan jodoh. Tapi tetap saja ibu dan ayah masih ingin fokus dengan karir masing-masing.

            Hingga di suatu sore, ayah memutuskan untuk keluar dari rumah karena orang tuanya memaksa ayah untuk menikah dengan Wanita yang tidak ia cintai.

            Berhari-hari ayah tidak pulang dan tidak membawa uang sepeserpun. Hingga akhirnya tepat di hari ketiga ayah kabur dari rumah. Ayah bertemu ibu.

            Saat itu hujan turun sangat deras, dan ibu berlari-lari mencari tempat untuk berteduh sembari membawa rantang makanan.

            Tanpa pikir panjang ayah pun langsung mengikuti ibu. Ibu pun acuh melihat ayah yang kondisinya seperti gembel.

            Di tengah derasnya hujan, ibu membuka rantang makanan yang ia bawa. Sejak awal bekerja ibu memang selalu membawa bekal makanan untuk menghemat pengeluaran.

            Ayah pun memperhatikan ibu yang membuka rantang makanan yang ia bawa. Dengan harap ayah juga ditawari karena tiga hari perutnya kosong.

            Tanpa melihat ayah, ibupun makan tanpa perasaan bersalah. Hingga akhirnya ayah tak tahan dan meminta makanan ibu secara terang-terangan.

            Saat itu ibu kaget dan secara reflek memberikan semua makanannya kepada ayah. Ibu hanya memandang ayah tanpa berkedip dan meratapi makanannya yang telah habis di makan.

            Ayah pun mengembalikan rantang kosong itu dan bertanya kepada ibu dimana alamat rumahnya. Tanpa pikir panjang pun ibu langsung memberi tahu kepada ayah pada saat itu.

            Ayah pun bergegas kembali pulang dan berpamitan kepada ibu. Ayah berkata bahwa seminggu setelah pertemuan pertama ayah akan datang melamar ibu.

            Ibu hanya terdiam dan melihat ayah yang belari-lari di tengah derasnya hujan. Ibu merasa aneh dan berusaha untuk mengabaikan ayah.

            Dan benar saja, seminggu kemudian ayah beserta keluarga besarnya datang ke rumah ibu dan melamar ibu.

            Menariknya dalam kisah ini adalah, ibu tidak menolak lamaran ayah yang pada saat itu sama sekali belum ibu kenal. Bahkan keduanya tidak tahu nama masing-masing.

            Tiga bulan pun berlalu dan akhirnya ayah ibuku menikah. Kalau dipikir-pikir sungguh kisah cinta yang menarik bukan?

            Akhirnya aku tersadar, tanpa kita sibuk mencari cinta sejati akan datang di saat yang tepat.