Minggu, 16 Oktober 2022

Pendidikan Anak




            Dalam tumbuh kembang anak, kita dituntut terampil dalam menyampaikan sesuatu agar mudah untuk dipahami oleh anak. Seperti contohnya cerpen pendidikan anak.

            Biasanya cerpen pendidikan anak menyajikan sebuah cerita yang ringan dan mudah dipahami oleh anak. Sehingga pesan yang terkandung pun mudah diterima dan diterapkan.

            Pemahaman cerpen pendidikan anak ini pun masih perlu didampingi oleh orang tua. Sebab hal ini akan menjadi jembatan interaksi bagi anak dan juga orang tua.

            Dari sinilah orang tua dapat memberitahukan apa yang dapat boleh dan tidak boleh dalam cerpen pendidikan anak. Anak pun akan lebih antusias dalam memahaminya.

            Berikut adalah cerpen pendidikan anak yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan tentunya dapat menghibur dan menyenangkan anak.

            Suatu hari di desa yang sangat terpencil, hidup seorang kakek dan dua cucunya. Kedua cucu kakek ini bernama Leo dan Neo.

            Sejak kecil Leo merupakan anak yang nakal dan sangat pemalas. Berbeda dengan Neo yang rajin dan tak pernah membantah perintah kakeknya.

            Semua pekerjaan rumah dan ladang pun hanya kakek dan Neo saja yang mengerjakan. Leo hanya duduk-duduk santai dan seringkali pergi bermain.

            Berulang kali kakek menasehati Leo, tapi tetap saja Leo tidak mau mendengarkan ucapan kakek.

            Melihat Leo yang seperti ini, membuat Neo berusaha memberitahukan agar tidak menjadi anak yang nakal dan pemalas.

            Ia harus bisa mengerjakan beberapa hal agar bisa bertahan hidup kedepannya. Namun Leo tidak peduli dengan perkataan Neo. Dia berjalan berlalu meninggalkan Neo.

            Lama-kelamaan sikap Leo sangatlah nakal. Dia berani mencuri hasil panen milik tetangga yang sudah disimpan dalam gudang yang terkunci rapat.

            Neo yang mengetahui hal itu, langsung bergegas menemui Leo dan meminta Leo agar mengembalikan hasil panen yang telah dicuri.

            “Leo! Kembalikan hasil curian. Harus berapa kali ku bilang, jangan mencuri! Kita ini bukan pencuri!” tegas Neo

            Mendengar hal itu Leo hanya tersenyum dan melemparkan sejumlah uang kepada Neo.

            “aku tidak butuh uangmu! Ambillah! Kita boleh miskin dan tidak punya apa-apa Leo, tapi jangan kamu mencuri milik orang lain!” Ucap Neo

            Lagi-lagi Leo tidak menghiraukan ucapan Neo. Neo pun bergegas pergi dan meninggalkan Leo.

            Saat diperjalanan Neo sangat sedih. Ia berpikir bahwa kakeknya akan marah dan jatuh sakit apabila tahu jika Leo telah mencuri.

            Neo pun berusaha menenangkan diri dan menceritakan segala hal kepada kakeknya ketika telah sampai di rumah.               

            Kakek yang mendengar hal itu pun segera menasehati Neo agar tidak melakukan hal seperti itu.

            Dan tidak boleh membenci Leo meskipun Leo melakukan kesalahan. Neo harus sabar dan harus selalu menegur Leo ketika Leo berbuat salah.

            Mendengar nasehat dari kakek, Neo pun berjanji untuk melakukan hal yang kakek harapkan.

            Neo juga yakin bahwa suatu saat Leo akan berubah meskipun membutuhkan waktu yang lama.

            Hingga suatu hari, ketika Leo kembali mencuri hasil panen milik tetangga. Tak sengaja ia menginjak jebakan yang telah disiapkan oleh tetangganya.

            Leo pun berteriak minta tolong supaya dibebaskan dari perangkap itu. Leo ketakutan hingga tak tahu mesti berbuat apa.

            Akhirnya ia terjebak selama semalaman. Ketika matahari mulai muncul, Leo melihat Neo sedang berdiri di dekat gudang. Leo pun memanggil Neo dan meminta bantuannya.

            “Neo, bisakah kau menolongku?”

            “Leo, aku mau menolongmu, asal kau berjanji mau mengembalikan barang curiannya dan tidak akan mencuri lagi setelah ini.”

            Leo pun berjanji tidak akan mencuri lagi dan akan menjadi anak yang rajin dan baik. Setelah Leo berjanji, Neo membantunya keluar dari jebakan itu.

            Leo pun memulai hidupnya dengan menjadi anak yang baik, rajin dan tidak suka mencuri.

 

Saya ingin selalu mencatat apa yang ada di fikiran saya, saya tidak mau itu hilang begitu saja, sehingga saya berharap apa yang sempat saya catat di sini bermanfaat bagi semua.

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :

Terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk berkomentar.
EmoticonEmoticon