Jumat, 17 Juni 2022

Secuil Cerita




 

“Kiki nulis cerpen yuk” begitulah ajakanku pada Kiki. “Ah, tidak bakat,” jawab Kiki singkat. Ketika kita mengajak sahabat kita untuk mulai menulis jawaban seperti itu mungkin kita akan dengar dari ucapannya. Yang pasti, menulis bukan semata-mata soal bakat melainkan sebuah keterampilan yang dapat terus dipelajari. Semakin rutin menulis maka akan semakin terbiasa kita menulis, oleh sebab itu mulailah menulis. Buku dengan judul Aku, Dia, dan Mereka merupakan sebuah antologi cerpen karya anggota Komunitas Aktif Menulis Indonesia (KAMI) adalah contohnya. Mulai sejak akhir tahun 2015 KAMI mendorong anggotanya untuk terus menulis dan mempublikasikan karyanya baik karya fiksi maupun nonfiksi dengan tujuan agar dapat turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Setelah buku antologi cerpen dengan judul Catatan Harianku yang terbit pada tahun 2016, buku ini adalah antologi cerpen kedua karya anggota KAMI. Beberapa penulis cerpen dalam buku ini adalah kontributor dalam buku Catatan Harianku. Walau demikian beberapa penulis baru juga menjadi kontributor dalam buku ini seperti Ayu Rosi, Kiki Tugarma, Cindy Cici, Putry Desta.

Harapan dari KAMI adalah akan lahir penulis-penulis baru pada tahun-tahun mendatang, sehingga dapat mendukung semangat literasi nasional dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mendukung program tersebut, KAMI melakukan pelatihan menulis secara offline maupun online dan masih terbatas pada anggota komunitas. Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya mentor menulis dalam komunitas ini. Harap para anggota yang telah berkarya dapat menjadi mentor bagi calon penulis lainnya.

Saya ingin selalu mencatat apa yang ada di fikiran saya, saya tidak mau itu hilang begitu saja, sehingga saya berharap apa yang sempat saya catat di sini bermanfaat bagi semua.

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :

Terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk berkomentar.
EmoticonEmoticon