Senin, 13 Juni 2022

Memilih Bahagia

 



Dani merupakan salah satu anak yang selalu kurang suka melihat temannya bahagia, dia selalu bercerita kepadaku dengan mengatakan mengapa pundak orang lain seperti tak diberi beban. Seolah-olah hanya pundaknya yang berat dengan beban.

“Dik, kok gue aneh ya kenapa sih hidup orang itu lurus-lurus aja, sedangkan gue kesusahan buat baik baik aja?” katanya saat itu.

Hari itu aku katakan kepadanya bahwa, beban hidupmu akan terasa berat jika terus membandingkan hal yang tidak sepenuhnya dia ketahui. Padahal,dia sendiri tidak mengetahui seberat apa orang lain, orang yang menurutnya lurus-lurus saja hidupnya, memiliki beban seperti apa dan perjuangan yang telah orang tersebut menangkan.

Lalu, dia hanya terdiam memikirkan perkataanku saat itu. Kadang, menasihati orang lain itu lebih mudah daripada menasihati diri sendiri. Akupun kadang melakukan kebiasaan buruk itu, membanding-bandingkan sesuatu.

Dulu, seseorang juga yang menasihatiku bahwa Tuhan menciptakan setiap pundak memang untuk diberi beban, tergantung kita merasa terbebani atau tidak.

“Untuk porsi jangan dipertanyakan, ya. Karena Dia Maha Segalanya termasuk perihal keadilan.” Ujar seseorang itu padaku dulu.

Pada akhirnya ini tergantung dari sikap yang kita pilih, ingin memilih terbebani ataukah bahagia. Waktu pun akan terus berjalan tanpa peduli siapa yang aku pilih. Sungguh sangat merugi Ketika waktu tak lagi berputar dan aku masih saja bergelut dengan apa-apa yang terasa membebani.

Untuk itu, aku memilih bahagia dan menjatuhkan diri pada syukur sebanyak banyaknya. Pada tiap-tiap hikmah yang bertebaran di manapun aku berpijak, atas semua suka maupun duka dalam alur kisah hidup yang aku jalani yang telah dirancang oleh-Nya.

Saya ingin selalu mencatat apa yang ada di fikiran saya, saya tidak mau itu hilang begitu saja, sehingga saya berharap apa yang sempat saya catat di sini bermanfaat bagi semua.

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :

2 Comments

Sawang sinawang boleh asal jangan berlebihan, tapi bersyukur atas milik kita sendiri itu harus dan perlu supaya tidak iri dan membandingkan dengan orang lain yang terlihat lebih dan lebih dari punya kita.

Iya kak intinya selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan dan menikmati prosesnya

Terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk berkomentar.
EmoticonEmoticon